Jumat, 04 Oktober 2013

tugas management

      A.    Pengantar
1.      Apa itu management?
Management adalah menurut Dr. SP. SIAGIAN dalam buku “Filsafat Administrasi” menegement dapat dia definisikan sebagai kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangkap pencapaian tujuan melalui orang lain. Definisi management atau pengertian management dapat kita lihat di beberapa smber yang cukup terkenal lainnya. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia (KKBI) yaitu “pengguna sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran” atau pemimpin yang bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi.

2.      Apa yang dimaksud dengn kepemimpinan?
Kepemimpinan adalah interaksi antar manusia dimana salah satunya menyajikan satu jenis informasi tertentu sedemikian rupa sehingga yang lain yakin bahwa bahwa hasilnya akan lebih baik jika ia berperilaku sesuai dengan cara-cara yang dianjurkan atau diharapkan (Jacobs, 1970:232)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktivasi sebuah kelompok yang terorganisasi menuju pencapaian suatu tujuan (Roach & Behling, 1984:46)
Kepemimpinan adalah suatu jenis hubungan kekuasaan yang ditandai oleh persepsi anggota kelompok bahwa anggota kelompok yang lain mempunyai hak untuk merumuskan pola perilaku dari anggota yang pertama dalam hubungannya dengan kegiatannya sebagai anggota kelompok (Hemphill & Coons, 1957:7)
Kepempinan adalah pengawalan dan pemeliharaan suatu struktur dalam harapan dan interaksi (Stogdill, 1974:411)
Kepemimpinan adalah tambahan pengaruh yang lebih tinggi dan diatas mekanisme pencapaian dengan arah rutin dari organisasi (Katz&Khan, 1978:528).

3.      Jelaskan teori kepemimpinan contingency fiedler (matching leaders and tasks)
Kepemimpinan tidak akan terjadi dalam satu evakum sosial atau lingkungan. Para pemimpin mencoba melakukan pengaruhnya kepada anggota kelompok dalam kaitannya dengan situasi situasi yang spesifik karena situasi dapat sangat bervariasi sepanjang dimensi yang berbeda, oleh karenanya hanya masuk akal untuk memperkirakan bahwa tidak ada satu gaya atau pendekatan kepemimpinan yang akan selalu terbaik. Sebagimana telah kita pahami bahwa strategi yang paling aktif mungkin akan bervariasi darisatu situasi ke situasi lainnya.
            Penerimaan kenyataan dasar ini melandasi teori tentang efektifitas pemimpin yang dikembangkan oleh Fiedler yang menerangkan teorinya sebagai Contigency Approach, asumsi sentral teori ini adalah bahwa kontribusi seorang pemimpin kepada kesuksesan kinerja oleh kelompoknya adalah ditentukan oleh kedua hal yakni karakteristik pemimpin oleh berbagai variasi kondisi dan situasi.
            Fiedler memprediksi bahwa para pemimpin dengan Low LPC yakni mereka yang mengutamakan orientasi pada tugas, akan lebih efektif disbanding para pemimpin yang High LPC yakni mereka yang mengutamakan orientasi kepada orang tau hubungan baik dengan orang apabila control situasinya sangat rendah ataupun sangat tinggi.


4.      Jelaskan model kepemimpinan normative menurut vroom dan yetton
Teorinya didasarkan pada begamana perilaku pembuatan keputusan pemimpin mempengaruhi kualitas pembuatan keputusan bawahan dan penerimaan bawahan terhadap keputusan atasan. Ada tiga macam prosedur pembuatan keputususan adalah sebagai berikut:

a.       Otokratik adalah pemimpin membuat keputusannya sendiri dan meminta anggota kelmpoknya utuk menaati keputusan tersebut.
b.      Konsultasi adalah pemimpin berkonsultasi terlebih dahulu dengan anggota-anggotannya (meminta masukan atau pertimbangan) sebelum membuat keputusan.
c.       Keputusan bersama adalah pemimpin dan anggota bersama-sama membuat keputusan.

5.      Jelaskan path-goal teori dalam kepemimpinan
Teori path-goal adalah suatu model kontigensi kepemimpinan yang dikembangkan oleh Robert House yang menyaring elemen-elemen dari penelitian Ohio State tentang kepemimpinan pada inisiating structure dan consideation serta teori pengharapan motivasi. Menurut teori path-goal suatu perilaku pemimpin dapat diterima oleh bawahan pada tingkatan yang ditinjau oleh mereka sebagai sebuah sumber kepuasan saat itu atau masa mendatang.
Bawahan sering berharap pemimpin membantu mengarahkan mereka dalam mencapai tujuan dengan kata lain bahawan berharap para pemimpin mereka membantu mereka dalam pencapaian tujuan yang bernilai bagi mereka.
Menurut model ini pemimpin menjadi efektif karena pengaruh motivasi mereka yang positif kemampuan untuk melaksanakan dan keputusan pengikutnya. Teori disebuut sebagai path-goal karena memfokuskan pada bagaimana pemimpin mempengaruhi persepsi pengikutnya pada tujuan kerja tujuan pengembangan diri dan jalan untuk menggapai tujuan.

     B.     Perencanaan penetapan management
1.      Jelaskan pengertian dari perencanaan management
Perencanaan didefinisikan sebagai suatu proses menetapkan tujuan dan memutuskan bagaimana hal tersebut dapat dicapai. Rencana meliputi sumber-sumber yang dibutuhkan tugas yang diselesaikan tindakan yang diambil dan jadwal yang diikuti. Dalam management, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi management karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorsasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal, rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi. Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota korporasi artinya setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan mencipakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.
2.      Langkah langkah dalam menyusun perencanaan dalam organisasi.
Ø  Merumuskan misi dan tujuan
Ø  Memahami keadaan saat ini
Ø  Menyusun rencana kegiatan untuk mencapai tujuan, tujuannya dapat dicapai dengan beberapa cara diantaranya adalah :
-          Menilai dan membandingkan untung rugi setiap alternaif kegiatan kebijakan.
-          Memilih dan menetapkan suatu alternative yang paling cocok dan baik diantara alternatif-alternatif lain.
-          Menyusun berbagai alternatif  kebijakan dan tindakan yang mungkin dapat dipilih.

3.      Manfaat perencanaan dalam suatu organisasi
            Organisasi dalah dimana sekumpulan orang-orang saling berpendapat dan mengerjakan suati hal dimana hal tersebut membutuhkan suatu hasil yang diharapkan oleh suatu organisasi tersebut.
Ø  Manfaat perencanaan bagi organisasi :
-          Membantu management untuk menyesuaikan diri dengan perubahan perubahan lingkungan
-          Membuat tujuan lebih khusus, teperinci dan mudah dipahami
-          Meminimumkan pekerjaan yang tidak pasti.
-          Menager memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.

4.      Jelaskan jenis perencanaan dalam organisasi
Ø  Perencanaan strategis, disusun untuk mencapai tujuan umum  organisasi yaitu melaksanakan misi organisasi. Dan sering juga disebut perencanaan jangka panjang adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut tujuan jangka panjang organisasi, kebijakan yang harus diperhatikan serta strategis yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut.
Ø  Perencanaan taktis atau taktik, pada tingkat kedua dari perencanaan taktis kinerja berada dalam setiap are fungsional bisnis termasuk sumber daya tertentu. Perkembangannya terjadi oleh tingkat organisasi menengah bertujuan untuk efiensi penggunaan sumber daya yang tersedia untuk jangka menengah proveksi. Dalam perusahaan besar dengan mudah mengidentifikasi tingkat perncanaan yang diberikan oleh setiap kepala bagian. Begian taktis merupakan proses yang berkelanjutan yang bertujuan dalam waktu dekat.
Ø  Perencanaan operasional terdiri atas bentuk, yaitu :
-          Rencana sekali pakai yakni rencana yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu dan dibubarkan segera setelah tujuan ini tercapai.
-          Rencana permanen yakni pendekatan yang sudah di standarisasi untuk menghadapi situasi berulang dan dapat diramalkan sebelumya.
Ø  Perencanaan normative, mengacu pada penciptaan standar kebijakan serta peraturan yang ditetapkan untuk operasi organisasi, hal ini bergantung pada pembentukan standar metodologi dan metode untuk berfungsinya kegiatan yang direncanakan. Standar tentang pendirian aturan atau undang undang atau kebijakan dalam setiap kelompok atau organisasi terutama untuk menjaga pengendalian, pemantauan dan pengembangan perencanaan dan pengembangkan standar kebijakan. perencanaan berhubungan erat dengan desain struktur organisasi.

Sumber :
Sarwono, S.W., dkk. (1987). Psikologi Sosial : psikologi Kelompok dan Psikologi Terapan (cetakan ketiga). Jakarta : PT. Balai Pustaka (Persero)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar